Qingdao Migo Glass Co., Ltd.
+86-532-85991202

Transmisi kabut dan cahaya untuk kaca rumah kaca

May 28, 2024

Kabut asap adalah fenomena yang terjadi ketika cahaya tersebar di dalam atau pada permukaan sampel transparan, sehingga menghasilkan penampakan seperti awan. Ini didefinisikan sebagai persentase cahaya yang menyimpang dari arah sinar datang akibat hamburan ke depan ketika transmisi cahaya melewati sampel. Jika deviasi antara cahaya yang ditransmisikan dan cahaya datang lebih besar dari 2,5 derajat, maka umumnya dianggap sebagai kabut. Pada titik ini, fluks cahaya dianggap sebagai kabut.

Transmisi cahaya, di sisi lain, adalah rasio cahaya yang ditransmisikan terhadap cahaya datang. Nilai yang umum dilaporkan adalah persentase cahaya yang ditransmisikan, yang mewakili proporsi fluks cahaya yang melewati material.

 

Poin kunci dalam menggambarkan kabut adalah adanya cahaya yang tersebar. Ketika cahaya menyinari kaca rumah kaca, sebagian akan dipantulkan kembali (cahaya yang dipantulkan), sebagian akan diserap (penyerapan cahaya), dan sebagian lagi akan menembus material (cahaya yang ditransmisikan). Di dalam cahaya yang ditransmisikan, sebagian akan meneruskan arah rambat aslinya (transmisi paralel), sementara sebagian lainnya akan tersebar secara internal karena karakteristik material. Cahaya yang tersebar inilah yang menjadi fokus definisi kabut, yang membedakannya dengan transmisi cahaya.

 

Secara umum, terdapat hubungan terbalik antara transmisi cahaya dan kabut.Bahan dengan transmisi cahaya yang tinggi cenderung memiliki kabut yang rendah, dan sebaliknya. Untuk kaca rumah kaca, hubungan ini dicontohkan dengan hamburan kaca, dimana nilai kabut yang tinggi menghasilkan sudut hamburan yang besar, namun belum tentu transmisi cahayanya tinggi.

Saat membeli kaca rumah kaca, penting untuk mempertimbangkan nilai kabut dan transmisi cahaya secara terpisah.

 

Standar pertimbangan nilai kabut dimulai dengan penilaian tanaman yang ditanam di rumah kaca. Tumbuhan yang berbeda mempunyai kebutuhan cahaya yang berbeda-beda, dan perbedaan suhu iklim setempat juga berperan dalam menentukan tingkat kabut yang sesuai. Misalnya, di area dengan perbedaan suhu yang signifikan, memilih kaca dengan tingkat kabut asap yang tinggi dapat membantu menyeimbangkan dampak suhu terhadap rumah kaca.

 

Kontras antara kaca dengan nilai kabut yang berbeda dapat diamati pada besar kecilnya titik cahaya yang tersebar. Pada kondisi yang sama, kaca dengan 75 haze memiliki ukuran titik cahaya tersebar sebesar 375mm, sedangkan kaca dengan 20 haze memiliki ukuran titik cahaya 100mm. Perbedaan ini berdampak langsung pada luas cakupan cahaya di rumah kaca.

info-539-578

Standar transmisi cahaya didasarkan pada pencapaian tingkat transmisi cahaya yang tinggi. Kaca apung biasa memiliki transmisi cahaya yang rendah, yang dapat memengaruhi kebutuhan cahaya tanaman rumah kaca. Transmisi cahaya yang lebih tinggi akan meningkatkan manfaat bagi rumah kaca, sehingga tanaman dapat tumbuh dalam kondisi yang mendekati kondisi udara terbuka. Selain itu, transmisi cahaya yang tinggi dapat membantu menyeimbangkan efek buruk seperti suhu yang terlalu tinggi.

 

Saat ini, transmisi cahaya tertinggi yang tersedia di pasaran adalah 97,5% untuk cahaya biru-ungu (dengan nilai berbeda untuk cahaya inframerah). Jenis kaca rumah kaca yang direkomendasikan antara lain kaca hamburan difus, kaca refleksi difus (lapisan AR), dan kaca anti pantulan. Opsi ini memiliki karakteristik seperti kabut, hamburan, dan transmisi cahaya tinggi.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, eksperimen dan perbandingan penanaman menunjukkan bahwa kabut asap dan penyebarannya memainkan peran penting dalam pertumbuhan tanaman rumah kaca. Penggunaan kaca dengan sifat ini menghasilkan efisiensi penanaman sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan kaca biasa.

 

Untuk rincian lebih lanjut mengenai topik ini, silakan merujuk ke konten sebelumnya mengenai kaca tempered hamburan, standar kaca rumah kaca, dan ciri-ciri pembeda berbagai jenis kaca yang biasa digunakan di rumah kaca.

 

Kesimpulannya, memahami konsep kabut dan transmisi cahaya sangat penting ketika memilih kaca rumah kaca. Dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik tanaman dan kondisi iklim setempat, keputusan yang tepat dapat diambil untuk mengoptimalkan lingkungan pertumbuhan untuk budidaya rumah kaca.