Qingdao Migo Kaca Bersama, Ltd.
+86-532-85991202

Bagaimana Mencegah Gelembung pada Kaca Laminasi?

Oct 28, 2025

 

Gelembung adalah salah satu masalah kualitas paling umum dalam produksi kaca laminasi. Dengan mengontrol bahan, lingkungan, dan parameter proses secara hati-hati, gelembung dapat dikurangi atau dihindari secara efektif. Di bawah ini adalah beberapa metode pencegahan utama yang dijelaskan secara sederhana.

 

1. Pengendalian Bahan Baku

Kaca dasar harus rata,-bebas cacat, dan kualitasnya dapat diandalkan. Jika permukaan kaca memiliki lubang kecil, goresan, atau kotoran, udara dapat terperangkap selama pemrosesan dan membentuk gelembung. Beberapa kaca-berkualitas rendah mungkin sudah mengandung gelembung kecil yang menjadi lebih terlihat setelah dilaminasi.

 

Film interlayer PVB juga sama pentingnya. Ketebalannya harus seragam dan kadar airnya tepat-biasanya antara 0,3% dan 0,6% untuk kaca arsitektur.

 

Jika film mengandung terlalu banyak uap air, film akan melepaskan uap selama tahap-suhu,-tekanan tinggi, sehingga menimbulkan gelembung.Jika terlalu kering, kaca menjadi rapuh, sehingga mengurangi kekuatan kaca laminasi dan meningkatkan kemungkinan terperangkapnya udara selama laminasi.

 

2. Optimasi Proses Laminasi

Ruang laminasi harus dijaga pada suhu 20 ± 3 derajat dan kelembapan 23 ± 3%. Lingkungan yang stabil ini membantu menjaga film PVB dalam kondisi baik, mencegah deformasi atau penyerapan air berlebih.

 

Kapanmeletakkan filmnya:

  • Pekerja harus mengenakan sarung tangan-yang tidak berbulu dan menghindari kontak langsung dengan kaca atau film PVB.
  • Film harus diletakkan rata, tidak meregang, dan disejajarkan dengan hati-hati dengan tepi kaca.
  • Biarkan film setebal 0,5–2 mm melampaui tepi kaca agar sedikit menyusut.

 

Setelah laminasi, tutup tepi kaca secara merata dengan cincin karet vakum dan lakukan ekstraksi vakum dingin selama minimal 5 menit. Langkah ini menghilangkan sebanyak mungkin udara yang terperangkap sebelum pemanasan, sehingga sangat mengurangi risiko terbentuknya gelembung di kemudian hari.


3. Pemanasan awal dan Pra-Penekanan

Selama tahap ini, suhu dan tekanan harus dikontrol secara tepat.

 

Misalnya, saat menggunakan film PVB Sekisui (S-LEC):

  • Tahap pemanasan pertama: Suhu tungku 80–100 derajat; suhu permukaan kaca 40–48 derajat di tepi dan 38–45 derajat di tengah.
  • Tahap pemanasan kedua: Suhu tungku 180–200 derajat; suhu permukaan kaca 70–80 derajat di bagian tepi dan 65–75 derajat di tengah.

 

Jika suhu terlalu tinggi, kaca dan film akan terikat terlalu cepat sehingga udara terperangkap di dalamnya.
 

Jika terlalu rendah, film tidak akan menempel dengan baik, meninggalkan tepian terbuka yang memungkinkan udara masuk.

  • Tekanan juga harus dikontrol dengan hati-hati:
  • Terlalu banyak tekanan dapat merusak kaca.
  • Tekanan yang terlalu sedikit menyebabkan daya rekat dan penyegelan tepi yang buruk, sehingga lebih mungkin terjadi gelembung.


4. Poin Penting untuk Pemrosesan Autoklaf

Sebelum memasukkan kaca laminasi ke dalam autoklaf, pisahkan setiap bagian dengan spacer dan kencangkan pada rak. Tutup pintunya rapat-rapat, lalu mulailah memberi tekanan.

 

  • Ketika tekanan internal mencapai sekitar 0.75 MPa, hentikan penambahan udara. Ini membantu lapisan kaca melepaskan udara yang terperangkap sebelum terjadi ikatan penuh.
  • Saat suhu mencapai sekitar 130 derajat, pertahankan suhu tetap stabil dan mulai tekanan kedua hingga sekitar 1,2 MPa. Pertahankan suhu dan tekanan ini selama 1–1,5 jam.

 

Kombinasi suhu tinggi dan tekanan tinggi memungkinkan film PVB terikat sepenuhnya dengan kaca dan menyerap sisa udara atau kelembapan, sehingga secara efektif menghilangkan gelembung.

 

Terakhir, turunkan suhu autoklaf hingga 50 derajat sambil melepaskan tekanan dan udara secara perlahan. Setelah mengeluarkan udara sepenuhnya, buka autoklaf dan keluarkan kaca yang sudah jadi.

 

5. Kesimpulan
Dengan mempertahankan kontrol ketat terhadap bahan mentah, lingkungan, dan parameter produksi, produsen kaca laminasi dapat secara efektif mencegah gelembung dan memastikan kualitas produk yang unggul.