Lapangan squash biasanya memiliki empat dinding, dengan dinding depan terbuat dari kaca. Kaca yang digunakan di lapangan squash dirancang khusus untuk memenuhi spesifikasi dan persyaratan tertentu untuk olahraga tersebut. Berikut adalah beberapa poin penting tentang kaca lapangan squash:
Bahan: Kaca yang digunakan di lapangan squash biasanya terbuat dari kaca pengaman yang dikeraskan atau kaca pengaman yang dilaminasi. Jenis kaca ini dipilih karena kekuatan, daya tahan, dan kemampuannya menahan benturan bola squash.

Ketebalan: Kaca yang digunakan di lapangan squash biasanya memiliki ketebalan antara 8 mm hingga 12 mm. Kaca yang lebih tebal umumnya lebih tahan lama dan tahan terhadap kecepatan bola yang lebih tinggi.
Transparansi: Kaca lapangan squash transparan untuk memungkinkan pemain dan penonton melihat permainan dengan jelas. Ini memberikan pandangan yang jelas tentang pengadilan baik dari dalam maupun luar.
Tanda: Kaca lapangan squash sering kali memiliki tanda untuk menunjukkan area tertentu di lapangan. Penandaan ini dapat berupa kaleng (strip kecil di bagian bawah dinding depan), garis servis, dan tanda garis batas lapangan.
Fitur keselamatan: Karena keselamatan merupakan pertimbangan penting, kaca yang digunakan di lapangan squash dirancang untuk meminimalkan risiko cedera. Kaca pengaman yang dikeraskan, misalnya, dirancang untuk pecah menjadi potongan-potongan kecil yang relatif tidak berbahaya jika pecah.
Sifat akustik: Kaca lapangan squash mungkin juga memiliki sifat akustik untuk membantu mengontrol suara di dalam lapangan. Kaca dapat dirancang untuk menyerap atau memantulkan gelombang suara untuk menjaga lingkungan bermain yang sesuai.
Penting untuk dicatat bahwa peraturan dan standar tertentu mungkin sedikit berbeda tergantung pada badan pengelola atau organisasi yang mengawasi kompetisi squash. Oleh karena itu, spesifikasi pasti untuk kaca lapangan squash dapat bervariasi sampai batas tertentu.







