Pakar industri memproyeksikan pasar Low-E Glass akan tumbuh pada CAGR sebesar 9,92% selama periode 2018-2023.
Kaca Low-E memiliki lapisan, yang lebih tipis dari rambut manusia dan memantulkan sinar infra-merah dan ultraviolet. Hal ini membantu dalam mempertahankan kondisi suhu yang tepat dalam suatu bangunan. Misalnya, selama musim dingin, kaca membantu menjebak panas udara di dalam gedung. Enkapsulasi termal ini membantu mengurangi konsumsi energi dari sistem HVAC, yang, pada gilirannya, membantu mengurangi tagihan energi serta emisi karbon. Selain itu, kinerja kaca rendah dapat ditingkatkan dengan menyediakan berbagai lapisan emisi termal yang melaluinya laju emisi dapat dikendalikan secara efektif. Misalnya, permukaan bahan aspal memiliki emisivitas termal 0,88 sedangkan aluminium foil hanya memiliki 0,03.
Analis industri memperkirakan pasar low-e glass global akan tumbuh pada CAGR 9,92% selama periode 2018-2023.
Segmentasi Geografis dari pasar gelas rendah: Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko);
Eropa (Jerman, Perancis, Inggris, Rusia dan Italia); Asia-Pasifik (Cina, Jepang, Korea, India, dan Asia Tenggara); Amerika Selatan (Brasil, Argentina, Kolombia); Timur Tengah dan Afrika (Arab Saudi, UEA, Mesir, Nigeria, dan Afrika Selatan).
Pabrikan utama: Asahi Glass, Central Glass, Nippon Sheet Glass, Saint-Gobain, SCHOTT, Bendheim Glass, Industri Glaz-Tech, GUARDIAN GLASS, Sisecam Group, Vitro Architectural Glass, dan XinYi Glass.











