Yahya Saraya, juru bicara angkatan bersenjata Houthi di Yaman, mengatakan pada tanggal 19 bahwa angkatan bersenjata Houthi melancarkan serangan rudal terhadap kapal kargo Inggris yang berlayar di Teluk Aden dan berhasil mencapai sasaran.
Selain itu, angkatan bersenjata Houthi di Yaman juga mengklaim pada tanggal 19 bahwa mereka meluncurkan beberapa rudal ke dua kapal AS yang berlayar di Teluk Aden dan "tepat mengenai sasaran". Dua kapal Amerika yang diserang diberi nama "Champion of the Sea" dan "Navis Fortuna". Informasi pelayaran publik menunjukkan bahwa "Sea Champion" adalah kapal curah yang mengibarkan bendera Yunani, dan "Navis Fortuna" adalah kapal curah yang mengibarkan bendera Kepulauan Marshall.
Data pelayaran menunjukkan bahwa sejak awal Desember, kapal kontainer yang menggunakan rute Laut Merah anjlok hingga 90%, sedangkan kapal curah hanya turun setengahnya.
Serangan itu menandai peningkatan ketegangan di jalur Laut Merah. Meskipun sejumlah kapal kargo telah diserang dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap Rubymar mungkin merupakan salah satu kasus paling dahsyat yang dilakukan oleh kelompok Houthi hingga saat ini. Sejak November 2023, kapal-kapal yang diserang di Laut Merah tidak pernah cukup serius hingga “meninggalkan kapal” atau bahkan “tenggelam”.
Ketika serangan semakin parah, lalu lintas maritim di Laut Merah terus lumpuh. Jalur perairan Laut Merah, bersama dengan Terusan Suez di Mesir, merupakan salah satu jalur perairan tersibuk di dunia, menyumbang 12% lalu lintas maritim global. Gangguan ini telah menyebabkan kekacauan pada perdagangan internasional.
Baku tembak yang sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan raksasa pelayaran seperti Mediterranean Shipping Company, CMA CGM, Maersk, dan Hapag-Lloyd menghentikan rute atau memilih memutar ke rute Tanjung Harapan yang lebih panjang dan lebih mahal di Afrika. Akibatnya, rantai pasokan Asia-Eropa terkena dampaknya, dan tarif angkutan melonjak...




